Sunday, May 12, 2013

Annyeonghaseo, Mujigae!


Annyeong, chingu! Sudah hampir setengah tahun saya nggak menulis apa-apa disini. Lumayan banyak perjalanan makan-makan yang terlewatkan yang belum sempat dibagi disini. Hiks. Kehidupan perkuliahan tingkat akhir minta perhatian lebih. Saya pun sedang sibuk mengejar cinTA alias Tugas Akhir. Minta doanyaaa semoga bulan Oktober tahun ini nama saya sudah bertambah panjang dua huruf oleh huruf S dan T, S.T.!

Saya mau cerita sedikit nih pengalaman makan-makan saya terbaru. Belum lama ini ada sebuah restoran korea yang baru dibuka di Bandung. Mujigae, itu nama restorannya. Mujigae sendiri artinya pelangi. Restoran ini terletak di salah satu mall anak gaul mojang jejaka Bandung, Ciwalk alias Cihampelas Walk. Mujigae lagi ngehits berat di kalangan anak muda Bandung, terutama para pecinta K-Pop. Mujigae buka saat virus halyu wave lagi gencar di Indonesia. Timing yang tepat! Disana para pengunjung bukan cuma disajikan makanan korea, tapi ada juga fasilitas hiburan untuk para manusia yang kena virus halyu wave itu. Restoran ini canggih, tidak seperti restoran pada umumnya. Sebelum masuk, kita akan disambut dengan dua video yang dimainkan di etalase melalui sebuah proyektor. Video itu memainkan video promosi seorang wanita berukuran real size yang mengajak orang yang lewat untuk mampir kesitu. Kalau dilihatin terus,  video itu annoying hahaha karena di video itu wanita itu berusaha genit ke orang-orang lewat. Agak ganggu kalo lagi nunggu saat waiting list. Restoran itu rame terus. Sudah dua kali saya kesana di hari biasa, dua kali juga saya ditaroh waiting list dulu. Untungnya, saya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapat tempat duduk. Di setiap meja ada satu iPad. Pengunjung bisa order melalui iPad, bisa juga melalui pelayan. Saya lebih suka lewat iPad hihihi kapan lagi kan. Setelah order, akan ada pelayan yang langsung menghampiri meja kita untuk mengonfirmasi pesanan. Masing-masing pelayan punya iPod touch sebagai ganti buku pesanan. iPad yang ada di setiap meja multifungsi lhooo. Bisa dipakai untuk main game, untuk foto-foto, dan untuk request video klip korea. Jadi di ruangan itu ada beberapa layar yang masing-masing punya fungsi berbeda. Ada layar untuk memainkan video klip korea pesanan pengunjung, layar untuk menampilkan hasil foto narsis dari setiap meja ahaha, layar untuk nonton drama korea, dan layar untuk nonton Running Man! Drama korea yang diputer itu Full House. Nah, terus waktu pengunjung request lagu, mereka bisa juga kirim pesan ke pengunjung lain yang ada di Mujigae. Sudah upload foto, kirim lagu dan pesan deh ke meja sebelah. Eits :P  Mayan kaaan cari jodoh hahuaaa. Keren yaaa! *kampung dikit, maafin* Koleksi video klip yang ada disitu juga cukup banyak dan beragam. SNSDnya lengkap bener. Big Bangnya nggak terlalu banyak sih. Eh kan jadi OOT gini haha. Pokoknya fasilitas hiburan di Mujigae patut diacungi jempol deh.


Itu lihat itu, ada eonnie-eonnie korea berukuran real size lagi dadah-dadah di etalase




Pilih menunya. Habis itu, bisa foto-foto deh ;D

Dalam waktu dua minggu, saya sudah dua kali makan di Mujigae. Di kunjungan pertama, saya dan teman-teman saya pesan menu yang hampir sama karena menurut kami paket ini yang menarik dan worth to try! Saya pesan Paket Bulgogi 3 yang isinya terdiri dari nasi putih, spicy bulgogi, KFC alias Korean Fried Chicken, japche, dan kimchi. Bulgogi itu daging tumis yang dimasak dengan bumbu. KFCnya sendiri berupa potongan daging tanpa tulang yang kulitnya crispy dan disiram dengan bumbu pedas manis ala korea. Japche itu bentuknya seperti bihun goreng, tapi bentuknya sedikit lebih besar dan lebih kenyal dari bihun. Ada tumisan sayur dan taburan wijen di atasnya. Kimchi sendiri adalah asinan ala korea, hasil fermentasi dari sawi yang diberi bubuk cabai. Menurut saya, rasa dari masing-masing makanan di paket ini enak dan porsinya bikin kenyang. Kimchinya sendiri tidak terlalu asam dan tidak berbau karena saya sendiri punya pengalaman makan kimchi yang rasanya korea banget. Asam banget dan bau fermentasinya keluar. Sepertinya rasa masakan di Mujigae ini sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Untuk minuman, kami pesan Jeju Orange Tea dan Matcha Milk Tea + Asuka Bean. Jeju Orange Tea ini teh rasa jeruk yang diberi potongan citrus. Segerrr~ Ada sensasi asam di dalamnya. Matcha Milk Tea + Asuka Bean ini rasanya juga lezat, ditambah lagi dengan kacang merah di dalamnya.

Paket Bulgogi 3 (Rp37.273,00)
Spicy Bulgogi
Korean Fried Chicken
Japche
Kimchi

Jeju Orange Tea (Rp12.728,00)

Matcha Milk Tea + Asuka Bean (Rp13.637,00)

Di kunjungan kedua ke Mujigae, saya dan teman saya memesan menu yang berbeda. Untuk makanan, kami pesan Spicy Dolsot Bibimbap dan Spicy Classic Ramyun. Dolsot Bibimbap bisa dibilang nasi campur karena makannya memang dicampur. Jadi, nasi putih disajikan di dalam mangkuk panas. Di atas nasi putih itu ada sayur-sayuran, daging cincang, dan telur mata sapi. Bibimbap ini dinikmati dengan menuang semangkuk pasta cabai yang biasa disebut gochujang. Gochujang ini dituang saat mangkuknya masih panas sambil dicampur dengan nasi. Nyesss bunyi berdesis dari gochujang featuring mangkok panas. Classic Ramyun disajikan dengan panci kecil, seperti adegan makan mie di serial korea kekeke. Kalo saya membuat mie instan ala korea, instruksinya juga bilang untuk memasukkan bumbu ke dalam panci. Beda kan kalo bikin mie instan Indonesia. Porsi ramyunnya diem-diem banyak. Entah kenapa rasanya nggak abis-abis waktu makan itu. Untuk rasanya sendiri hmmm entah ya tapi aku lebih suka mie instan keluaran Nongshim :P Untuk variasi makanannya sendiri, Mujigae menyajikan ramyun, bulgogi, bibimbap, dan beef barbeque. Saya pengen cobain beef barbeque. Penyajiannya lucu. Pengunjung diberi pembakar mini dan daging mentah. Yaaa seperti Hanamasa, tapi versi kecil. Keseluruhan, Mujigae ini daebak deh! Perut kenyang, hati senang :9


Classic Ramyun (Rp26.364,00)

Spicy Dolsot Bibimbap (Rp28.182,00)

Bibimbap setelah dicampur dengan gochujang

Monday, December 3, 2012

Jalan Sore Di Walikota Mustajab Sambil Makan Sate Klopo Ondomohen

Jadi, ceritanya sepulang dari Zangrandi saya dan bude mau pulang naik angkot. Kami harus berjalan dulu melewati balaikota kalo mau naik angkot. Kebetulan deh. Mumpung cuaca sedang enak, kami berjalan santai sambil menikmati asrinya kota Surabaya setelah dipimpin oleh ibu walikota tercinta, Ibu Risma. Dengar-dengar, sebelum menjadi walikota beliau bekerja di Dinas Pertamanan. Makanya setelah beliau terpilih menjadi walikota, Suroboyoku jadi bersih dan hijau! Dimana-mana hijau, banyak tanaman, dan lebih rapi. Terima kasih, Ibu Risma :) Tetap semangat dan terus bawa perubahan positif ya, Bu! Sambil berjalan  santai, saya terus jepret sana dan sini. Mumpung kan. Kapan lagi bisa seperti ini. 





Saat kami sedang berada di depan balaikota, tiba-tiba bude saya bilang kalo di dekat situ ada sate klopo yang terkenal dan enak. Waaah! Kebetulan saya memang super ngidam makan sate klopo. Lagi-lagi keimpulsifan kami membawa kami ke tempat makan lagi hihihi. Sate Klopo Ondomohen Bu Asih namanya. Walaupun terletak di Jalan Walikota Mustajab, sate klopo ini bernama Ondomohen. Ternyata, sebelum menjadi Walikota Mustajab nama jalan itu adalah Ondomohen. Kata bude saya, sate klopo ini juga sudah berdiri dari dulu. Entah sejak kapan, beliau lupa. Yang jelas sudah lama.



Begitu masuk, kami disambut dengan berbagai artikel di koran dan majalah yang memuat warung sate klopo ini. Terdapat juga tanda tangan beberapa artis. Hmmm rupanya sate klopo ini memang sudah terkenal. Saat kami datang, tidak terdapat banyak pengunjung.



Kami memesan dua porsi sate klopo bagian daging. Bude saya makan dengan nasi, saya dengan lontong. Sate klopo itu adalah sate yang terbuat dari daging sapi. Ada juga bagian lain, seperti jeroan dan daging ayam. Untuk yang tidak makan jeroan, jangan lupa bilang minta bagian daging. Sebelum dibakar, dagingnya dibalur dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui. Kunyit menjadi salah satu bumbu untuk sate ini. Makanya satenya berwarna kuning. Sate ini disajikan dengan bumbu kacang, seperti sate pada umumnya. Nah, yang menjadi ciri khas dari Sate Klopo Ondomohen ini adalah lontong atau nasi yang ditaburi dengan koya dari kelapa. Koyanya menambah rasa gurih. Satenya sendiri empuk dan gurih. Harga seporsinya Rp20.000,00/porsi (10 tusuk sate + lontong). Sate klopo ini buka dari pagi sampai malam lho!



Info :
Sate Klopo Ondomohen Bu Asih
Jalan Walikota Mustajab, Surabaya
(Dari Jalan Yos Sudarso, lokasinya ada di sebelah kanan)
Harga : Rp20.000,00/porsi (10 tusuk + lontong/nasi)


Sunday, December 2, 2012

Zangrandi, Es Krim Lawas Soerabaja


Hari kedua di Surabaya, setelah family gathering, saya dan bude saya yang sama-sama hobi keluyuran sedang kebosanan di rumah. Dengan impulsifnya, akhirnya kami pergi makan es krim Zangrandi di dekat Balaikota Surabaya. Bude saya senang sekali karena beliau ingin mengenang masa mudanya :') 

Zangrandi adalah es krim Italia dari jaman dahulu kala, yaitu sejak tahun 1930. Es krim paling tua di Surabaya ini rupanya mirip dengan es krim Ragusa di Jakarta. Bahkan, usianya lebih tua 2 tahun daripada Ragusa. Disini, menunya lebih beragam dibandingkan Ragusa. Selain es krim, ada juga berbagai jenis makanan mulai dari risoles sampai pizza. Oh ya, es krim disini juga ada yang dijual dalam bentuk cup. Jadi tidak tertulis di dalam menu. Sejujurnya saya lupa harga-harganya karena struknya hilang. jadi saya tulis yang seingat saya ya. Ampuuun.

Saya memesan Crispy Basket (Rp 15.000,00) dengan es krim rasa vanilla. Rasa rumnya tajam sampai rasa vanillanya tenggelam. Rasanya juga terlalu manis di lidah saya. Es krim ini pun juga tidak creamy seperti es krim jaman sekarang.


Bude saya memesan es krim di dalam cup. Bude saya membeli es krim rasa kelapa (Rp10.000,00).  Beliau juga memesan risoles dan pastel (@ Rp7.000,00). Saya suka rasa es krim ini. Enak hmmm~ Rasanya tidak terlalu manis. Kopyornya pun terasa. Karena terbuat dari kelapa yang mengandung santan, rasa es krim ini seperti pakai susu. Nyam :9 Untuk gorengannya, risolesnya berisi ragut sayuran. Pastelnya pun berisi sayuran dan telur. Untuk rasa, standard saja rasanya seperti risoles dan pastel pada umumnya.




Sore itu Zangrandi sedang ramai sekali. Mungkin karena hari Sabtu. Walaupun ramai, Zangrandi enak sekali dijadikan tempat mengobrol. Ditambah lagi selama saya disana, cuacanya sedang bersahabat. Kebetulan selama saya di Surabaya, cuaca sering mendung jadi nggak terlalu panas. Padahal biasanya kan Surabaya terkenal dengan hawa panasnya yang menggila. Sejujurnya, Zangrandi pun cocok dijadikan tempat kencan hihihi. Saat saya kesana, banyak juga pasangan muda mudi yang sedang kencan.

Zangrandi memiliki area yang cukup luas sehingga bisa memuat banyak pengunjung. Ada bagian dalam dan di bagian luar. Lebih enak di bagian luar karena anginnya lebih semriwing. Suasana di Zangrandi masih terasa lawas. Kalo sedang di Surabaya, sempatkanlah untuk mampir ke Zangrandi. Sebaiknya kesana saat sore hari karena cuacanya lebih tidak panas daripada siang hari.




Info :
Zangrandi Ice Cream
Jalan Yos Sudarso No. 15, Surabaya
Range harga : Rp10.000,00 - Rp25.000,00 (Ice cream)

A Little Trip To Surabaya

Saat libur Tahun Baru Islam di bulan November lalu, saya pergi ke Surabaya bersama kedua orang tua saya karena ada family gathering dari keluarga besar ayah saya. Seneng banget!!! Akhirnya kesampean juga ke Surabaya setelah sekian tahun nggak pulang kampung :') Tanggal 16 November pagi saya terbang langsung dari Bandung. Perjalanan lancar, hanya saja Surabaya berawan waktu mau mendarat. Ladida~ Guncangan-guncangan yang lumayan kencang pun terjadi. Hati ini empat dag-dig-dug dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya pesawat pun mendarat dengan selamat. Alhamdulillaaaah :D

Sesampainya di Surabaya, saya langsung pergi ke rumah bude saya di Gayungsari. Rupanya saya sudah dibelikan makan siang, yaitu nasi pecel yeah!

Nasi Pecel Madiun Mbak Ida
Awalnya, saya kecewa karena tidak dibelikan lauk selain sayur oleh kakak saya. Biasanya kalo saya makan nasi pecel lauknya juga beragam. Ujung-ujungnya seperti nasi campur sih hehe. Tapi kata kakak saya, "Coba dulu dong. Walaupun cuma nasi sama sayur rasanya udah enak kok." Karena sudah lapar, akhirnya segera saya sikat nasi pecel ini. Ternyata rasanya uenak tenaaan! Sayurnya itu berisi rebusan kangkung, kenikir, kemangi, toge, dan potongan kentang. Bumbu pecelnya enak. Biasanya kan bumbu kacang dicampur dengan air untuk mengencerkan. Kadang ada bumbu pecel yang rasanya kurang tajam karena komposisi air jauh lebih banyak dibandingkan bumbunya. Kalo ini, saya yakin komposisinya pas karena rsa bumbunya masih tajam. Aroma daun jeruk dan kacangnya pun jadi terasa banget. Nasi dan sayuran yang sederhana ini pun rasanya menjadi lebih nikmat berkat bumbu ini. Rasa rindu akan makanan Jawa Timur pun mulai terobati karena nasi pecel ini. Harga nasi dan sayurannya saja tuh Rp4.500,00. Nasi pecel madiun ini juga menjual lauk untuk teman makan lho. Ada tahu/tempe (Rp1.000,00), ayam (Rp6.000,00), jeroan (Rp4.000,00), dan usus (Rp1.000,00). Mantap juga nasi pecel favorit kakak dan bude saya ini :D



Malam harinya saya janjian dengan teman SD saya untuk pergi ke House of Sampoerna. Itu lho, museum yang didirikan oleh perusahaan rokok ternama Indonesia bernama Sampoerna. Sebelum kesana, saya dan teman saya makan mie pangsit di O' Bunder Food Express yang terletak di food court Giant Rajawali.

O' Bunder Food Express
Restoran ini menjual mie pangsit. Saya memesan Mie Ayam Jamur Pangsit (Rp17.500,00). Sekilas, tidak ada yang spesial dari tempat ini. Setelah dilihat lagi, rupanya bentuk penyajian dari mie pangsit ini unik. Pangsit gorengnya disajikan dalam bentuk mangkok! Jadi mienya diletakan di dalam situ. Di bagian luarnya tetap ada mangkoknya kok untuk mencegah mienya tumbah kalo pangsitnya mulai hancur. Kuahnya disajikan dalam mangkok terpisah. Mienya enak! Teksturnya lembut. Kenikmatan mienya pun bertambah karena cincangan ayam dan jamur di atas mienya. Pangsit goreng bentuk mangkoknya juga enak. Nyam nyam nyam. Hanya saja, saya agak kecewa dengan pangsit rebusnya. Pangsitnya hambar. Kuahnya pun kurang gurih. Andai saja lebih ada rasanya, pasti komplit deh kenikmatan mie pangsit ini. Untung saja mienya sudah asin dan gurih. Jadi, tidak masalah kalo kuahnya hambar ketika dimakan bersama dengan mienya.



Selesai makan, kami pun menuju House of Sampoerna. Cerita jalan-jalan saya di House of Sampoerna akan dipost terpisah karena banyak sekali foto-foto dan hal yang ingin saya ceritakan! Sampai jumpa di postingan selanjutnya ;)

Info :
Nasi Pecel Madiun Mbak Ida
Jalan Kutisari Utara Gang 3, Surabaya
Range harga : Rp1.000,00 - Rp6.000,00 / lauk

O' Bunder Express Food
Food Court Giant Hypermarket
Jalan Rajawali No 57, Surabaya
Range harga : < Rp30.000,00

Saturday, December 1, 2012

Kambing Bakar Cairo, Terlezat Ke-2 Setimur Tengah

Mbeeeek~ Kali ini saya mengunjungi restoran kambing yang legendaris di kota Bandung, yaitu Kambing Bakar Cairo wuhuuu! Prok prok prok! Kabarnya Kambing Bakar Cairo yang selanjutnya akan saya sebut sebagai Kamcai terlezat ke-2 setimur tengah. Tanggung banget ya promosinya, terlezat ke-2. Nggak kebayang sih terlezat pertamanya selezat apa karena Kamcai aja udah nendang bos! Saya datang ke restoran yang di daerah Geger Kalong Hilir. FYI, Kamcai ini ada di tiga tempat untuk di Bandung. Alamatnya bisa dilihat di foto menu di bawah ini. Di Jakarta sendiri sudah ada cabangnya juga lho! Lokasinya di daerah Melawai. Harganya lebih mahal dibanding yang di Bandung, entah kenapa. Di restorannya ada spanduk yang menjelaskan bahwa kamcai ini rendah kolestrol karena memakai kambing yang berusia 5 bulan ke bawah sehingga aman untuk dikonsumsi bagi penderita darah tinggi.



Kambing bakar disini dijual sesuai dengan beratnya. Ada yang 250 gram, 350 gram, dan 500 gram. Porsi yang paling kecil memang pas untuk sendiri. Porsi 350 gram bisa dimakan sendiri untuk kamu yang porsi makannya banyak atau berdua untuk kamu yang porsi makannya standard. Porsi 500 gram biasanya untuk sharing 2 - 3 oranglah. Kalo saya sih biasanya pesan yang 500 gram untuk berdua hehehehe. Selain kambing bakar, ada juga makanan khas timur tengah lainnya, seperti soto mesir dan roti mariam. Selain itu, ada juga makanan berbahan kambing, seperti tongseng dan gulai. Sayang sekali disini tidak ada nasi kebuli. Coba ada... Lengkap sudah rasanya.

Setelah melihat menu, saya kaget. Sudah lama tidak berkunjung kesini harga makanannya pun naik T.T Mungkin karena harga kambing pun naik. Terakhir saya kesana, kambing bakar 250 gr harganya Rp 27.000,00, tetapi sekarang naik Rp 7.000,00. Lumayan juga. Karena saya sedang pergi berdua, saya memesan 1 porsi kambing bakar 500 gram, 1 porsi tongseng kambing, dan nasi. Makanan yang muncul pertama adalah tongseng. Penyajiannya cukup cepat. Nah, untuk kambing bakarnya sendiri memakan proses penyajian yang sedikit lama karena kambingnya direbus dulu baru dibakar. Tapi nggak papa. Saya rela kok menunggu kedatangan kambing yang mengalihkan duniaku ini. Asal jangan kelamaan juga sih nanti lama-lama mbak kasirnya saya makan.

Tongseng Kambing (Rp25.000,00)
Tongseng kambing ini kuahnya mirip dengan gulai, sama-sama kuning. Selain daging kambing, tongseng ini juga diberi irisan kubis, tomas, dan cabe. Dagingnya empuk dan lembut. Cita rasa rempah-rempah terasa tajam. Rasanya gurih dan agak manis. Selain itu, rasa ladanya terasa sehingga tongseng ini terasa pedas. Nyam nyam nyam enak :9


Kambing Bakar 500 gram (Rp67.000,00)
Sebelum makanan intinya keluar, pelayan akan menyajikan bumbu colek untuk menemani makan kambing bakar. Bumbunya ini simpel. Terbagi menjadi dua piring. Piring satu berisi irisan timun dan tomat serta jeruk nipis. Piring kedua berisi kecap yang ditaburi merica dan sambal. Saya paling suka mencampur kecap dengan lada dan sambal supaya pedas. Setelah dicampur ditambahkan dengan perasan jeruk nipis. Rasa pedas bercampur dengan rasa kecutnya jeruk nipis. Mantap, komandan!


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya datang juga woooaaah. Bongkahan kambing bakar seberat 500 gram hadir di depan kedua mata saya dengan asap sisa pembakaran yang masih mengepul. Yawzaaaah! Niat hati ingin langsung menyantap kambing ini, tapi masih panas banget. Daripada lidah keselomot, lebih baik sabar menanti. Ketika dagingnya sudah tidak sepanas saat datang, saya pun langsung mengiris dan mencocol ke dalam bumbu kecap tadi. Rasanya nikmaaaaat luar biasa! Dagingnya juicy sampai terasa meleleh di dalam mulut. Tentuknya tekstur dagingnya empuk dan lembut karena proses pemasakkan yang panjang. Cita rasa rempah pun terasa dalam kadar yang pas. Dan yang paling utama adalah tidak ada bau kambing sama sekali. Enak banget :9 Selain itu, hampir tidak terdapat lemak di daging ini. Ada sih, tapi sedikit sekali dan bisa diabaikan. Kamcai memang juara deh! Saya jadi penasaran bagaimana rasa kambing bakar yang terenak pertama se-Timur Tengah.


Kamcai is really worth to try! Jangan lupa mampir ke Kamcai kalau datang ke Bandung ya. Dijamin bikin nagih ^_^ Mbeeek~

Info :
Kambing Bakar Cairo
Jalan Geger Kalong Hilir No 25-27, Bandung
Harga : Rp2.000,00 - Rp67.000,00 (Makanan) ; Rp1.000,00 - Rp16.000,00 (Minuman)

Sunday, November 4, 2012

Ragusa, Favorit Sejak 1932



Minggu lalu, saya pulang ke Jakarta. Hari Sabtu saya pergi dengan teman-teman SMA saya. Luar biasa! Jalanan sepi dan bebas macet. Rasanya seperti sedang libur lebaran. Padahal hanya long weekend mulai dari hari Jumat karena Idul Adha. Kami pergi ke Ragusa karena bosan kalau pergi ke mall. Dimana-mana isinya sama, itu-itu aja. Kami pergi kesana di jam makan siang. Ragusa tidak terlalu ramai. Saya sampai duluan sehingga saya harus mencari kursi. Ketika saya sampai, seluruh kursi sedang penuh, tetapi yang mengantri hanya saya. Tidak lama, saya sudah dapat kursi kosong.

Ragusa ini restoran jaman dulu yang hanya menjual es krim. Sejaman dulu apa sih Ragusa ini? Di buku menunya tertulis "Favorit sejak 1932". Jaman dulu banget kan? Sebelum Indonesia merdeka restoran ini sudah ada. Setiap saya pergi ke restoran yang sudah berdiri dari jaman dulu, apalagi ketika Indonesia masih dijajah, saya suka membayangkan orang-orang seperti apa yang datang ke tempat ini dan seperti apa kondisinya. Kalau di Ragusa, saya membayangkan kompeni Belanda sedang makan es krim siang-siang karena kepanasan sambil diiringi bunyi meriam meletus dimana-mana. Bisa juga Bung Karno and the gank rapat mempersiapkan kemerdekaan sambil makan es krim di Ragusa. Abaikan sajalah imajinasi saya ini ahaha. 

Ragusa berlokasi tepat di jalan di samping Masjid Istiqlal, di bawah rel kereta api. Lebih mudahnya lagi, jalan ini ada di seberang halte transjakarta "Juanda". Jalan di samping masjid Istiqlal ada dua. Pilihlah jalan yang ada Hotel Sriwijaya. Itulah Jalan Veteran I. Kalau masih bingung, tanyakan saja pada Google Maps dengan keyword "Ragusa Es Itali".




Es krim yang dijual di Ragusa ada berbagai jenis. Ada yang satu scoop, tiga scoop, ada juga porsi untuk sharing. Saya memesan Spaghetti Ice Cream untuk dimakan berdua dengan teman saya. Selain es krim, di bagian luar Ragusa terdapat berbagai penjual makanan. Ada sate ayam, asinan, rujak juhi, otak-otak, dan kue cubit. Saya memesan sate ayam dan rujak juhi. Rujak juhinya dimakan berdua kok hehe bar-bar juga ya kalo semua saya makan sendiri. Abis kan nggak kenyang kalo hanya makan es krim :P Tak lama, es krim pun tersaji di meja kami.

Spaghetti Ice Cream (Rp27.000,00)
Bentuk es krim ini memang seperti helaian spaghetti. Di atasnya diberi serbuk kacang, sirup cokelat yang membeku, dan potongan buah kering. Es krimnya sendiri rasa vanilla. Menurut saya, yang membedakan es krim lawas ini dengan es krim jaman sekarang adalah rasanya yang tidak creamy. Rasa manisnya dominan jika dibandingkan dengan rasa susunya. Saya pribadi adalah pecinta makanan yang creamy sehingga es krim di Ragusa ini terasa kurang nendang di lidah saya.


Rujak Juhi (Rp10.000,00)
Makanan khas betawi ini berisi juhi, mie kuning, kentang, tahu, dan timun yang disiram dengan bumbu kacang dan kecap dan dilengkapi dengan emping. Juhi sendiri adalah cumi yang dikeringkan. Bumbu kacangnya cenderung manis. Juhinya sendiri sedikit alot dan susah dikunyah. Namanya juga cumi kering hehe. Rasa rujak juhi ini cenderung manis.


Sate Ayam + Lontong (Rp23.000,00)
Menurut saya, sate ayam ini juara. Juara mahalnyaaa hahaha. Sate ayam ini rasanya enak sih, tapi mahalnya itu lhooo nggak tahan. Seporsi berisi 10 tusuk dan irisan lontong. Satenya kecil-kecil dan lontongnya sedikit. Sebaiknya dengan harga segitu porsinya diperbesar. Pasti lebih nampol hehe.


Ragusa ini enak untuk mengobrol santai, apalagi di sore hari saat matahari senja. Mantap! Kemarin kami berniat mengobrol lama, tetapi karena restoran semakin ramai kami pun diusir secara halus. Tiba-tiba pelayannya meletakkan bill di atas meja kami haha ampun bapak~ Oh ya, yang membuat suasananya semakin mantap adalah bapak musisi yang selalu nongkrong di Ragusa. Sejak saya masih SMA datang ke Ragusa, bapak ini selalu ada untuk menghibur para pengunjung. Dengan berbekal gitar, bapak ini selalu menyanyikan lagu-lagu jaman dulu. Suaranya merdu, petikan gitarnya juga aduhai, ditambah dengan suasana yang lawas. Mantap!


Info :
Es Krim Ragusa
Jalan Veteran I No. 10, Jakarta Pusat
Harga : Rp 15.000,00 - Rp 30.000,00 (Es Krim) ; Rp 10.000,00 - Rp 23.000,00 (Makanan di luar Ragusa) 

Monday, October 22, 2012

Toko You

Hari ini saya dengan dua orang teman saya makan siang di restoran jaman dulu bernama Toko You. Di buku menunya tertulis restoran ini sudah ada sejak tahun 1947. Wow... Kebetulan, restoran ini dekat dengan kampus saya. Tinggal jalan kaki sedikit. Untuk lebih mudah mencarinya, restoran ini terletak di Jalan Hasanudin yang berada di samping RS Borromeus. Dari luar, tidak kelihatan kalau Toko You ini adalah tempat makan. Bahkan, setelah 3 tahun saya kuliah di Bandung, belum lama ini saya baru tahu kalau Toko You ini adalah tempat makan.





Kami pun melihat-lihat buku menu. Menu yang disajikan ada menu Indonesia dan menu untuk vegetarian. Saya memesan Nasi + Daging Kepiting Saos Pedas Brokoli. Di menu minuman, ada Kopi Aroma. Saya penasaran dengan yang namanya Kopi Aroma. Bedanya apa sih dengan kopi-kopi yang lain? Akhirnya saya pun memesan Kopi Aroma yang Kopi Susu. Teman saya memesan Nasi + Kakap Goreng Tepung & Tahu Jepang Saos Brokoli dan segelas Thai Ice Tea. Teman saya yang lain memesan Mie Yamin Asin Baso Sapi dan minum welcome drink berupa teh tawar. Tidak lama kemudian, makanan datang. Ulala~ Pelayanannya cepat. Sepertinya karena restorannya sedang sepi. Seingat saya tadi ada kurang lebih 5 rombongan tamu yang makan disitu

Nasi + Daging Kepiting Saos Pedas Brokoli (Rp33.000,00)
Pesanan saya ini juara, teman-teman! Daging kepitingnya nggak pelit alias banyak. Saya tidak perlu repot-repot mengupas kepiting untuk makan dagingnya yang luar biasa ini. Rasa bumbunya sendiri tidak terlalu pedas. Gurih, sedikit pedas, dan sedikit manis. Menurut saya, kalau dagingnya bukan daging kepiting (maksudnya daging ayam atau sapi seperti pada umumnya), tidak ada yang istimewa dari makanan ini. Porsinya pas dan mengenyangkan karena nasinya yang terlihat biasa saja, tetapi padat isinya.

Nasi + Daging Kepiting Saos Pedas Brokoli

Nasi + Kakap Goreng Tepung & Tahu Jepang Saos Kedelai (Rp33.000,00)
Sebenarnya saya sendiri belum pernah mencoba rasa saos kedelai. Rasanya unik. Terasa gurih dan agak kecut. Ikan kakapnya tidak amis. Ikan dan tahunya digoreng sampai keemasan. Luarnya garing, lembut di dalam.

Nasi + Kakap Goreng Tepung & Tahu Jepang Saos Kedelai

Mie Yamin Asin Baso Sapi (Rp20.000,00)
Tingkat keasinan mienya pas. Tekstur mienya cukup lembut. Rasanya pas dan enak, tapi standard saja sih. Tidak ada yg istimewa dengan basonya. Ditambah lagi, isinya hanya tiga. Kurang banyak haha.

Mie Yamin Asin Baso Sapi

Thai Ice Tea (Rp20.000,00)
Es batunya banyak banget! Kalau esnya dihilangkan saya rasa isi thai teanya sendiri hanya sedikit. Untuk rasanya sendiri terlalu manis. Sepertinya susu kental manisnya terlalu banyak. Tapi semakin lama es batunya kan mencair, kadar manisnya berkurang dan rasanya menjadi pas. Kalau sudah begitu, baru terasa enaknya. 

Thai Ice Tea
Kopi Aroma - Kopi Susu (Rp15.000,00)
Kopi ini disajikan dalam gelas kecil. Rupanya, kopi ini kopi berampas. Saya baru tahu (basi). Aroma kopinya ya begitu sih, aroma kopi. Rasanya tidak terlalu pahit karena sudah ada susu kental manisnya, tetapi masih rasa kopi. Saya ini suka minum kopi, tetapi tidak bisa membedakan aroma setiap jenis kopi. Di hidung saya, aromanya mirip. Yang berbeda hanya tingkat kepahitan dan tingkat ke-kopi-annya. Saya sendiri tidak bisa membedakan rasa kopi aroma ini dengan kopi K*pal A*i haha. Jam terbang di dunia perkopian masih rendah sehingga tidak bisa mendefinisikan kopi yang enak itu yang seperti apa. Akibat keisengan saya memesan kopi aroma itu, sampai sekarang saya mengetik cerita ini saya masih terjaga. Sangat terjaga. Tidak mengantuk sedikitpun -_-

Kopi Aroma - Kopi Susu

Overall, rasa makanan dan minuman yang saya coba di Toko You ini enak kok. Patut untuk dicoba :) Suasana restorannya enak untuk mengobrol. Sejuk rasanya. Oh ya, ada dua menu yang saya penasaran ingin coba, yaitu Rawon Panggang dan Mie Tahu Gejrot. Mungkin bisa dicoba di kunjungan yang berikutnya. Ciao!

Info :
Toko You
Jalan Hasanudin 12, Dago, Bandung
Range Harga : > Rp 20.000,00/porsi (Makanan); < Rp 25.000,00/gelas (Minuman kecuali bir)